Tampilkan postingan dengan label My Experience. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Experience. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Agustus 2014

Gimana Rasanya Masuk Kelas Akselerasi?

Siapa Orang Paling Misterius : Farras Salsabiila 0 Kripik dan Sambal
Saat pertama kali, orang lain tahu aku itu pernah masuk kelas aksel pasti langsung nanya "gimana rasanya masuk kelas aksel?", "apa sih kekurangan dan kelebihan masuk kelas aksel?", "IQ kamu berapa?" ya kira-kira semacam itu.

Rasanya pertama kali masuk kelas aksel itu tentu bangga dan nggak nyangka kalau bisa masuk kelas aksel. Terus, aku juga takut karena aku nggak merasa jenius sedangkan anak aksel itu IQ nya pada tinggi.

Kalau soal IQ, guru BK aku pernah bilang kalau IQ itu adalah askpek penting yang tidak boleh kita sombongkan dan tidak boleh kita beri tahu kepada orang lain karena orang lain bisa saja memanfaatkan kita hanya karena IQ. Jadi, aku nggak bisa ngasih tahu berapa IQ aku hoho. Yang jelas IQ aku diatas 130 karena standar akselerasi IQ nya harus 130.

Sering orang bilang "ah, buat apa masuk aksel? ntar lulusnya cepat terus susah cari kerja", "aksel cuma nama doang" dan pendapat buruk lainnya. Hei! tolong jaga mulut kalian baik-baik ya >,<

95% alumni akselerasi dari sekolahku dulu berhasil. Bisa masuk universitas bagus dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Memang nggak semua anak aksel yang pintar, tapi semua anak aksel itu kepintarannya diatas rata-rata. Harus aku akui karena dulu persaingan diaksel sangat ketat.

Aksel itu bukan cuma nama doang dan persaingannya beda. Bedanya, kalau semester kemarin dapat ranking 5 dari bawah, semester besoknya bisa aja dapat ranking 3 besar. Kalau dikelas lain, hal-hal seperti itu bisa dibilang sebagai "mukjizat" tapi kalau diaksel nggak, itu biasa aja. Makanya kita nggak boleh ngeremehin anak yang semester ini dapat ranking terakhir.

Dan memang, diaksel itu capek. Tapi, nanti kita bisa menuai hasil diakhir karena kita lulus lebih cepat. Dulu, diaksel tiap hari (kecuali hari libur :v) pulang jam 4 sore. Sebenarnya, hari Sabtu enggak tapi hari Sabtu itu sering ada latihan buat pelajaran Seni Budaya jadi sering pulang sore juga -___-

Awalnya, aku sering ngeluh "ih, capek banget ma" tapi mama aku bilang kalau masuk aksel adalah pilihan aku sendiri dan aku harus berani mengambil resiko dari pilihan yang sudah aku tetapkan. Jadi, mau nggak mau aku nggak bisa ngeluh lagi karena itu semua pilihan aku.

Dan waktu dua semester terakhir diaksel, aku dipaksain bimbel. Huaaaa.... aku nggak mau karena nambah capek. Tapi, akhirnya ikut. Bimbelnya dua minggu sekali dan biasanya sampai dirumah jam 7 malam. Masuk sekolah jam 7, pulang lagi jam 7 -_-

Ditambah, aku juga ikut les musik jadi tiap hari jarang ada waktu kosong. Kalau sampai dirumah nggak sempat malas-malasan lagi. Langsung mandi, ganti baju, buat tugas, belajar, terus tidur. Selama diaksel, aku nggak sempat main hp sehingga aku nggak pernah pakai hp. Kalau buat nanyain sesuatu ke teman, biasanya aku pinjam hp mama HAHA

Kalau dikelas aksel kita malas-malasan sedikit saja, kita bakal tertinggal jauh. Camkan itu XD

Jarang ada guru yang nggak ngajar karena guru-guru pada berpikiran yang sama "kelas kalian ini materinya banyak tapi harus diselesaikan dalam waktu yang cepat jadi mau nggak mau ibu harus masuk" dan mirisnya, dikelas lain guru sering nggak masuk dan pelajarannya nyantai. Ya Allah, ENAK BANGET TUH KELAS! aku iri sama kelas reguler :/

Waktu ujian kami juga beda dari kelas yang lain. Waktu ujian, kelas lain pulang lebih cepat tapi kami nggak pernah. Kami selalu pulang sore dan hari pertama saat sudah liburan semester, kami juga pulang sore. Ngenes. Aku selalu berharap guru kami berbaik hati dan membiarkan kami pulang saat siang.

Sebagian besar anak kelas aksel itu nggak suka pelajaran olahraga, termasuk aku. Beda sama kelas lain yang suka olahraga. Aku dari dulu memang nggak suka pelajaran olahraga, bahkan aku mendukung pelajaran olahraga digantikan dengan pelajaran lain seperti pelajaran fisika. Aku paling lemah diolahraga. Nggak bisa berenang dan nggak pernah berhasil masukin bola kedalam ring X_X

Kelas kami itu muridnya pernah nyontek juga :v tapi, dibandingin kelas lain kayaknya nyontek ala aksel itu malah hampir nggak bisa disebut nyontek. Anak kelas lain GILA mereka nyonteknya mantap XD tapi, ada juga anak kelas lain yang baik-baik kayak aksel ^o^

Anak kelas aksel itu SATU TIPE. Nggak suka ganti-ganti teman, egois, dan nggak suka ngasih contekan ke orang lain. Aku sendiri jarang nyontek dan oleh karena itu aku juga malas ngasih contekan ke orang lain. Aku lebih percaya dengan jawaban perkiraan aku sendiri dibanding jawaban orang lain yang mungkin aja orang lain itu ngasih jawaban salah T_T

Nggak enaknya, pas masuk sma orang-orang terasa asing. Orang yang dulunya adalah kakak kelas menjadi teman seangkatan. Jujur, aku masih canggung sama kakak kelas yang sekarang udah jadi teman seangkatan terutama kakak kelas yang cewek. Mereka masih terlihat seperti..... kakak kelas. Aku bahkan lebih enak dengan teman yang baru dikenal dibanding kakak kelas yang sekarang udah jadi teman seangkatan :D

Dari cerita diatas, sepertinya kalian bisa menyimpulkan sesuai pendapat sendiri apakah enak atau tidak masuk kelas aksel. Semua orang mempunyai selera dan pendapat yang berbeda ^o^

Pengalaman Naik Pesawat Sendiri

Siapa Orang Paling Misterius : Farras Salsabiila 0 Kripik dan Sambal
Awalnya, mama dan papa aku berangkat keluar kota untuk dinas saat aku lagi UN. Jadi, selama UN, aku tinggal dirumah sama kakek aja.

Beberapa hari sebelum mama dan papa aku berangkat, mereka nawarin aku "kak, mau nggak habis UN langsung ke Jakarta?"

"boleh" aku jawab tanpa pikir panjang.

"naik pesawat sendiri mau nggak?" tanya mama tiba-tiba.

"iya, biar kita hemat uang. Mama sama papa jadi nggak perlu lagi balik ke Jambi" celetuk papa.

Waktu denger 'naik pesawat sendiri', aku jadi kepikiran film Home Alone sama beberapa novel yang pernah aku baca. Woahh.... kayaknya seru kalau naik pesawat sendiri. Dapat banyak pengalaman, jadi lebih berani.

Akhirnya, aku setuju. Mama sama papa udah beliin aku tiket bolak-balik Jakarta. Mama aku sempat ngancam (semacam itulah) sebelum berangkat "kak, jangan sampai nggak jadi berangkat! mama udah mahal beli tiketnya >_<"

Aku cuma manggut-manggut doang. Sebelum berangkat juga, mama aku sibuk nasehatin ini-itulah. Kalau ada orang yang nawarin minuman selain pramugari disana nggak usah diambil, tas aku yang isinya handphone dipegang aja tapi tas aku yang isinya baju ditaruh dibagasi, waktu udah sampai di Jakarta tunggu papa jemput, kalau ada orang nawarin tumpangan nggak usah terima terus tunggu papa, kalau udah sampai cepat telepon papa atau mama, handphone dimatiin pas dalam pesawat, sabuk pengamannya jangan lupa, blablablah.

Banyak banget pokoknya dan mama aku bilanginnya berulang-ulang. Untung aja, papa aku adem. Papa awalnya ngeremehin aku "emang kakak berani, huh?" terus aku jawab "berani kok" dan papa cuma bilang "hati-hati" nggak kayak mama yang nasehatin terus-terusan sampai aku bosan sendiri (maafkan anakmu, ma-_-).

Kakek aku juga sama aja dengan mama. Malah, kakek ngomongnya lebih ngebosanin (maaf kakek! ^_^) kakek lambat ngomongnya dan aku cuma ngangguk soalnya udah capek dengerin semua nasehat -_-

Waktu sampai dibandara, kakek yang bantu check in padahal check in itu mudah. Petugas bandaranya sempet kaget waktu cuma ada satu tiket dan yang berangkatnya itu aku. Dia nawarin apaan gituh biar diantarin sama petugas dibandara tapi aku nolak. Menurut aku, aku nggak sekecil itu. 13 tahun itu udah nggak kecil lagi kan? ^^

Ternyata, pesawat yang mau aku naikin itu delay sampai hampir sejam kalau nggak salah. Aku bosan banget nunggunya, nggak ada teman. Cuma bisa main game di iPad atau kalau nggak, dengerin lagi di MP3 player. Sumpah, bosan banget.

Mama aku juga ribet. Tiap 10 menit sekali nelpon aku buat nanya "pesawatnya udah berangkat?" yahh, sebenarnya nggak salah sih. Aku udah bilang ke mama "kalau pesawatnya berangkat, ntar kakak telfon" tapi masih aja nelfon LoL

Hal yang nggak terfikirkan oleh aku terjadi. Aku mimisan. Sebenarnya, udah biasa. Kalau mimisan, aku bisa kok nanganin sendiri. Tapi, masalahnya, darahnya itu banyak banget dan nggak mau berhenti padahal aku sudah nahan darahnya pakai tisu sambil baringan. Tangan dan sebagian lengan baju aku jadi penuh dengan darah.

Orang yang lagi duduk disamping aku ngelihatin aku aja, tapi nggak nanya sesuatu apalagi bantuin aku. Dasar tuh orang ._.

Aku nelfon mama dan mama aku kayaknya khawatir banget "kok bisa??!! kakak ada makan es ya?"

Yups. Aku paling alergi kalau makan es krim atau minum sesuatu yang dingin. Pasti besoknya langsung mimisan. Ini udah terjadi sejak kelas 1 SD sampai sekarang. Malangnya aku. Nggak bisa sering-sering makan es krim atau minum dingin. Bisa sih kalau diam-diam tapi dampaknya ngena ke aku juga!

Saat aku masuk ke kamar mandi untuk ngelap darahnya, untung ada tukang bersih2 disana yang ngelihat aku terus dia langsung panik gitu. Dia ngelapor ke petugas keamanan bandara dan tiba-tiba datang seseorang yang tampangnya semacam bos nawarin "mau ke klinik bandara?" aku gelengin kepala karena teringat mama aku yang bilang "kak, jangan nerima tawaran dari siapapun"

Seolah tau apa yang aku pikirin, petugas bandara itu bilang "bapak orang baik-baik kok. Lihat! ini bapak pake seragam bandara" tapi, tetep aja aku nggak mau soalnya aku merasa mimisan itu adalah hal yang biasa ToT

Tapi, petugas itu terus ngajak aku sampai-sampai orang yang ada disekitar ngelihat ke aku semua. Aku sempat nangis dan akhirnya nurut si petugas bandara.

Dia ngantarin aku ke klinik bandara (aku baru tau saat itu kalau ternyata bandara juga punya klinik lmao) dan disanalah aku diobatin. Sumpah, itu ribet. Mana darahnya nggak mau berhenti2, aku yang khawatir ketinggalan pesawat, mama aku sibuk nelfon-nelfon, dan juga ada petugas yang sibuk nanyain "adek, jujur! adek punya penyakit leukimia ya?" -_-

Ada lagi petugas yang bilang "ih, kasihan banget anak itu. Masih kecil juga, kenapa disuruh naik pesawat sendirian?" sekali lagi, apa umur 13 tahun masih kecil????

Setidaknya, anak umur 13 tahun udah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Sebelum pergi ke tempat naik pesawat itu loh /? petugas bandara yang aku bilang kayak bos itu minta tiket pesawat aku. Awalnya, aku sempat takut ngasih tiket pesawatnya. Mau diapain? dipaling? LOL

Rupanya, petugas bandara itu nelfon seseorang dan ngasih tau nomor keberangkatan aku. Waktu mau masuk ke pesawat, mimisan aku belum berhenti. Petugas itu ngasih kapas sebungkus ke aku. Katanya, kalau tetap keluar, tahan aja pakai kapas. Nggak usah dilepas. Kalau dilepas, ntar dikeluarin dari pesawat. Ehem, ngomong2 kayaknya kalimat terakhir yang "kalau dilepas, ntar dikeluarin dari pesawat" ngibul deh u,u tapi waktu itu aku dengan bodohnya percaya kata-kata si petugas.

Terus aku ngasih tahu si petugas kalau ada tas aku yang ketinggalan diruang tunggu dan petugas itu ngajak aku masuk pintu rahasia karena lorongnya itu kayak cuma lorong yang dipakai petugas bandara dan lorong itu lebih singkat daripada lorong yang dilalui penumpang. Idih, curang ><

Kan ada jarak antara tangga pesawat sama pintu kaca, petugas bandara itu manggil seseorang terus nyuruh aku naik keatas mobil angkutan barang. Untung kursinya panjang karena kalau nggak panjang, masa aku duduk diatas barang-barang? -_-

Cieeee, jadi merasa spesial karena diantarin ke tangga pesawat pakai mobil angkutan barang /? karena orang lain jalan kaki. Aku cemas kalau rok aku terangkat karena waktu itu aku pakai rok yang panjangnya diatas lutut.

Waktu naik tangga pesawat, aku cepat-cepat jalan karena sadar kalau aku itu penumpang terakhir yang masuk kedalam pesawat :v

Ngelihat aku, ada petugas yang bilang "nggak usah cepat-cepat dek, nggak bakal ditinggalin kok" lmao -_-

Rasanya si petugas bandara yang terlihat kayak bos sengaja nelfon supaya pesawatnya nggak lepas landas dulu. Waaah.... berarti aku penumpang spesial XD

Alhamdulillah pesawatnya selamat sampai tujuan. Kalau nggak selamat, aku nggak mungkin buat tulisan ini hehe.

Selasa, 18 Maret 2014

Pengalaman Menjadi Anak Yang Terlambat Bicara

Siapa Orang Paling Misterius : Farras Salsabiila 1 Kripik dan Sambal
Assalamu'alaikum

Entah kenapa aku terpikir buat tulisan ini. Yang jelas, aku harap tulisan aku bisa membantu segenap orang-orang yang bernasib sama denganku ^^

Hampir semua teman-teman aku nggak tahu kalau sebenarnya aku anak yang terlambat bicara. Ya, waktu kecil aku memang terlambat bicara. Orangtua dan keluarga khawatir kalau aku memang benar-benar nggak bisa bicara, apalagi waktu kecil aku memang sering sakit-sakitan jadi besar kemungkinan kalau aku benar-benar nggak bisa bicara.

Orangtua aku selalu iri dengan orangtua-orangtua lainnya karena anak mereka sudah pandai berbicara. Bahkan, sepupu aku yang beberapa tahun lebih muda dari aku sudah lebih pandai bicara dibanding aku saat itu.

Waktu itu, hanya ada satu kata yang bisa aku ucapkan dengan jelas.

Mama

Mama memang bangga saat kata yang pertama kali bisa aku ucapkan adalah namanya, tapi tetap saja mama sedih karena hanya kata itulah yang bisa aku ucapkan.

Hal ini berlangsung sampai aku SD. Aku belum bisa bicara sepenuhnya. Kalau aku berbicara, orang-orang banyak menyangka kalau aku autis. Aku sedih. Bahkan, ada beberapa orang temanku dulu yang mengejekku idiot.

Sampai pertengahan kelas 2 SD, aku baru bicara sedikit-sedikit karena aku takut kalau bicara. Takut jika diejek. Takut jika salah. Takut jika dikira anak autis.

Kata teman-teman aku dulu, aku sangat pendiam. Hampir tidak pernah bicara seharian. Tapi, aku diam karena ada alasan. Sampai sekarang, untungnya sudah banyak bicara. Tapi, aku nggak bicara sebanyak teman-teman aku. Apalagi, aku anak tunggal dan nggak ada yang bisa diajak ngomong dirumah. Mama dan papa sibuk kerja, sedangkan kakek aku sudah tua. Sering nggak nyambung kalau diajak ngomong.

Kata beberapa orang sepupu aku, aku masih pendiam seperti dulu. Benarkah? mungkin karena sudah jadi kebiasaan sejak kecil kalau aku nggak banyak bicara jadi waktu besarnya nggak banyak bicara juga. Tapi, aku ngerasa kalau aku udah banyak ngomong kok sekarang -___-

Sekarang, nggak ada satupun orang yang nyangka bahwa waktu aku kecil aku anak yang terlambat bicara. Kata orang-orang, anak yang waktu kecilnya terlambat bicara cenderung bodoh dan pendiam. Sebenarnya, itu ada benarnya, tapi nggak sepenuhnya benar.

Anak yang terlambat bicara belum tentu anak bodoh. Apa aku ini anak bodoh? X_X

Aku rasa tidak.

Jadi, bagi kalian yang waktu kecil terlambat bicara seperti aku tolong jangan minder. Tutupi kekurangan dengan kelebihan yang ada.

That's all. Wassalamu'alaikum.

Sabtu, 18 Mei 2013

Curhat #1

Siapa Orang Paling Misterius : Farras Salsabiila 0 Kripik dan Sambal
Hola, Readers! #BahasaPlanet

Kali ini gue pengen curhat tentang kekesalan gue sama seorang temen gue. Namanya Benjol (Ini hanya nama samaran -___-). Nama aslinya? Ada deh! Dirahasiakan :D

Sebenarnya gue kesal sama nih orang dari dulu. Dia cewek tapi suaranya gede kayak cowok (Jangan-jangan dia cowok! OMG!). Gue kesal sama dia karena banyak alasan. Salah satunya karena dia sok akrab. Saking sok akrabnya, gue ada sahabat terus gue ada panggilan khusus buat sahabat gue itu. Dan saat gue lagi ngobrol sama sahabat gue itu, dia malah ikut-ikutan nimbrung sambil manggil sahabat gue kayak udah kenal lama (pakai panggilan khusus itu!). Gue terdiam tapi untung aja sahabat gue nggak terlalu nanggepin.

Dan beberapa hari kemudian, saat gue manggil sahabat gue, dia ikutan manggil lagi. Alhasil sahabat gue marah. Wajar aja kalau sahabat gue marah soalnya panggilan itu agak menyakitkan sih "dusun" tapi karena gue yang manggil, sahabat gue nggak pernah marah tapi karena orang lain apalagi yang nggak dia kenal sebelumnya, dia marah. Oleh sebab si Benjol ini, persahabatan gue dengan sahabat gue itu agak retak. Tapi gue masih tetep sahabatan sama dia walaupun nggak sekarab dulu lagi. Kalau pun gue manggil atau ngobrol sama sahabat gue itu, gue usahain waktu gue ngobrol nggak ada Si Benjol. Kalau ada, hancurlah persahabatan gue ._.

Nggak sama gue aja, sama beberapa teman sekelas kita, dia juga begitu. Contohnya sama Bebek (nama disamarkan). Si Bebek punya kakak dan dia jadi akrab sama beberapa orang kakak kelas. Waktu Si Bebek lagi main sama kakak kelas, Benjol ikutan dan agak elfeil sih ngelihatnya. Belum kenal, main ikutan aja.

Selain sok akrab, Benjol orangnya frontal. Memang sih frontal itu bagus tapi kalau frontalnya kayak Si Benjol ini nggak bagus lagi. Kalau dia memang benci banget sama seseorang, dia pasti ngomongnya langsung ke orang itu dan nggak tanggung-tanggung dia sampai ngomong di depan kelas dan nulis di papan tulis. Lebih parahnya lagi, dia ngehasut teman-teman yang lain biar nggak temenan sama tuh orang. Jadi gue hati-hati banget temenan sama Benjol, jangan sampai gue dan si Benjol musuhan.

Si Benjol juga sering ganggu ketenangan orang lain. Waktu itu, gue lagi serius ngerjain latihan dan seperti biasa; Si Benjol ikutan ngerjain latihan. Sebenarnya, itu bukan latihan tapi karena gue lagi rajin jadi gue ngerjain latihan di buku. Mana tahu kapan2 latihan itu dikerjain dan gue udah siap ngumpulnya ======> ya ampun._. Si Benjol memang ngerjain latihan yang sama kayak gue tapi dia ngerjainnya nggak serius. Dia sambil nyanyi "Maddi Jane-Impossible" dengan gaya rock nya. Mending kalau suaranya bagus tapi ini mah kalau lama-lama dengar suaranya gendang telinga bisa pecah. Dan mending juga kalau dia nyanyinya pelan, kalau ini dia malah jerit-jerit. Ini giliran kalau di belakang, kalau dia disuruh nyanyi di depan sama guru dia pasti malu2 dan gayanya nggak se-heboh kalau nyanyi di belakang.

Pas pelajaran matematika tadi, dia juga nyanyi-nyanyi dengan gaya rock nya. Gue sama Beruang (hanya nama samaran) cuma nyengar nyengir aja lihat Benjol nyanyi. Dan Si Benjol malah ke ge-eran saat gue sama Beruang nyengir lihat dia nyanyi, malah si Benjol makin membesarkan volume suara #Gubrak!

Gue pun pernah tutup telinga saat Si Benjol nyanyi. Soalnya dia bener-bener udah ngusik ketenangan gue dengan nyanyi "Rolling in The Deep" dengan gaya rock nya. Kayaknya dia tersinggung deh karena gue tutup telinga saat dia nyanyi. Jadi, waktu ngerjain latihan Matematika, dia salah nulis dan tahan minjam tip-ex jauh-jauh padahal gue yang di sampingnya ada tip-ex dan gue pun bilang "woy! gue ada tip-ex!" dia malah ngacangin gue -___- ya, biarin ajalah karena yang gue lakuin udah benar dan gue juga kesal sama Si Benjol.

Kekesalan gue sama Si Benjol nggak berakhir sampai disitu. Si Benjol sering curhat sama gue bahwa "woy, lo tau nggak? Si A CaPer banget sama guru" dan taunya pas pelajaran fisika (berselang setengah jam saat dia curhat sama gue) malah dia yang CaPer sama guru. CaPer nya dia itu gini; dia suka nyeletuk-nyeletuk saat pelajaran. Celetukannya kadang menurut gue menyinggung dan nggak lucu sama sekali tapi setiap habis CaPer dia malah ketawa-ketiwi sambil ngadap ke gue, ya sebagai teman yang baik gue cuma ikutan ketawa aja walaupun menurut gue itu menyinggung. Menyinggung banget. Untungnya, guru fisika gue selalu kacangin tiap dia nyeletuk (kadang2 ditanggapi sih) dan nggak terlalu dimasukin ke hati.

Dia juga pernah curhat sama gue "lo lihat aja Si B! Dia lagi nari-nari nggak jelas" gue ngelihatin dan orang yang ditunjuknya itu memang lagi nari-nari nggak jelas. Tapi seminggu kemudian (agak lama sih ya?) dia nari-nari nggak jelas juga saat pelajaran matematika. Dia coba nari hantu pirau =====> tarian dari SMPN 7 untuk lomba OS2N dan tariannya juga nggak jelas. Pengen gue bilang ke Benjol kalau "eh, Benjol, kalau lo mau nari kenapa nggak ikut seleksi tari kemarin aja? Biar puas lo nari-nari diatas panggung!"

Satu lagi sebelum kita mengakhiri perjumpaan kita kali ini (?) Ingin rasanya kalau Si Benjol lagi ngeluarin sikap sok akrabnya dia, gue bilang "lo suka jengkol ya soalnya mulut lo bau banget?" biar dia jadi gondes sendiri, dan saat dia lagi nyanyi gue bakal rekam dan nunjukkin hasil rekamannya sambil berkata "suara lo bagus banget ya, bisa dikirim ke rekaman tapi kalo kirim ke rekaman mungkin sound system nya bakal pecah?" oke, itu nyindir banget dan gue nggak bakal pernah bilang begituan ke dia.

Semoga harimu menyenangkan, sobat. Kalau lo merasa rindu sama gue silahkan follow twitter gue @Salsa_Farras *ueeeek

Gue tunggu, ya! :D

Kamis, 20 September 2012

Angpao Lebaran

Siapa Orang Paling Misterius : Farras Salsabiila 0 Kripik dan Sambal

Hola semua! Selamat idul Fitri ya ^_^ *telat

By the way, aku mau cerita tentang lebaranku hari pertama.

Nah, kan mama aku udah nyediain angpao (buat THR) dari malam sebelum idul fitri. Isi angpao nya beda-beda! Mulai dari 10rb sampai 50rb.

Rencananya, angpao itu mau digantungin di pohon taman rumah aku. Nanti, kalau ada keluarga aku datang, mereka ambil sendiri angpao nya.

Yang dapat uang 50rb berarti beruntung. Yang dapat uang 10rb berarti nggak beruntung, hehehe ...

Setelah sholat id, aku dan mama sibuk gantungin angpao-angpao itu di pohon. Jumlah semua angpao nya 10.
Nggak berapa lama, datuk aku lihat ke taman belakang terus nanya “lah? Ini apa Farras? Kok digantung-gantungin di pohon?”

Terus, aku jawab “ini angpao. Nanti, yang mau THR pilih sendiri disini. Kalau yang dapat 50rb beruntung, yang dapat 10rb kasihan :D”

“datuk ikutan milih ya” kata datuk. Aku nge bolehin.

Lalu, datuk ngambil satu angpao terus dibuka. Ternyata isinya 20rb!! Karena datuk mau cari angpao yang isinya 50rb, datuk tempel lagi angpao nya. Terus di gantungin lagi di pohon.

Ih, datuk curang! Masa di bukain satu-satu angpao nya!

Tamu pertama datang. Tamu pertama adalah kak Tita, abang Tito, dan mama-papanya. Mama nyuruh abang Tito buat milih angpao nya. Nggak pakai pikir lama, abang Tito ngambil angpao yang warnanya pink.

Semua pada penasaran abang Tito dapat berapa. Eh, ternyata abang Tito dapat 50rb! Berarti hari ini abang Tito beruntung ^_^

Nggak mau ketinggalan, kak Tita dan papa Iman juga milih. Pertama, kak Tita dulu yang milih. Setelah dibuka, ternyata kak Tita dapat 25rb (agak beruntung).

Yang kedua, papa Iman. Pertama, papa Iman milih angpao yang gambar ketupat. Ternyata, isinya 20rb. Papa Iman minta ganti. Terus, papa Iman milih lagi angpao yang ada ucapan idul fitri. Eh, taunya isinya lebih parah: 10rb!

Papa Iman kesal. Jadi, angpao yang isinya 10rb tadi ditukar papa iman pake uang 2ribuan 3 lembar. “janganlah bang! Nanti kasihan yang dapat angpao itu!” kata mama aku ke papa Iman.
“moga-mogahan yang dapat angpao nya Igo!” kata Papa Iman. Igo itu adik aku. Nama lengkapnya Diggo Febrian. Dia memang nakal makanya sering di jailin ^^

Kini, giliran Igo yang milih. Igo belum tau kalau ada angpao yang isinya ditukar papa Iman. Tapi, untung aja Igo nggak milih angpao yang itu. Igo milih angpao yang warna coklat. Pas dibuka, ternyata isinya Cuma 10rb!

Aku, kak Tita dan bang Tito nge tawain Igo.

Sekarang, giliran Nafa lagi yang milih. Nafa adalah sepupuku yang paling kecil; umurnya masih 3 tahun. Nafa pilih angpao yang warna biru. Ternyata, Nafa mendapat 25rb!

Lalu, ada om Oky datang. Om Oky disuruh mama pilih angpao. Ternyata ... Om Oky pilih angpao yang isinya udah ditukar sama Papa Iman! Semuanya langsung ketawa.

Karena kasihan, mama nyuruh Om Oky pilih lagi. Eh, yang kedua, Om Oky Cuma dapat 10rb! Om Oky kurang beruntung ^_^

Sekarang, angpao nya mau habis. Mama langsung buat angpao baru lagi lalu di gantungin di pohon.
Aku mau pilih angpao tapi kata mama aku boleh milih angpao tapi tunggu semuanya sudah baru aku milih. Ih, curang X_X

Yang belum milih angpao adalah mbak Icha, om Filly dan Dandy. Mereka datang agak lama. Karena nggak sabaran, om Ata pengin milih juga. Om Ata milih angpao yang warnanya sama kayak Igo: coklat.

Setelah ngambil angpao, om Ata langsung nyimpan angpao nya di sakunya. Om Ata malu kalau-kalau dia dapat 10rb jadi langsung di simpan di kantong, xixixi

Tapi, Igo maksa om Ata buat nunjukin isi angpao nya. Akhirnya, om Ata mau juga nunjukin. Ketika om Ata nunjukin angpao nya, kami kagum! Om Ata dapat 60rb.

Mama heran karena paling besar mama memasukkan uang 50rb. Kenapa om Ata malah dapat 60rb? -___-
Om Ata pun ngaku kalau sebenarnya om Ata Cuma dapat 10rb dan uang 50rb nya ditambahin om Ata sendiri.

Tapi, ada keanehan. Uang 10rb yang om Ata dapat Cuma 1 lembar. Kan, yang lainnya dapat uang 10rb tapi dalam bentuk 5rb 2 lembar.

Rupanya, tadi bang Tito udah buka angpao itu. Dan isinya, 20rb. Tapi, abang Tito jahil. Bang Tito ngambil uang 20rb itu dan digantinya dengan uang 10rb miliknya.

Om Ata merasa tertipu dan minta pilih lagi angpao nya. “huuu .. enak aja!” kata Igo kesal. Yang lainnya juga sependapat dengan Igo. Om Ata pun tidak jadi pilih angpao lagi.

Tepat jam 12, nenek Gadis, mbak Icha dan om Filly datang. Om Filly nggak sabaran lagi milih angpao pas lihat yang lainnya udah dapat angpao.

Sreekk .. ketika dibuka, om Filly Cuma dapat 20rb! Lumayan :D

Kini, giliran mbak Icha. Ketika dibuka angpao yang mbak Icha pilih, mbak Icha dapat 50rb! Wuih .. hebat banget!

Sekarang, tinggal tersisa 2 angpao. Pas aku mau milih, aku kaget. Angpao yang satunya lagi udah dibuka :(
Nggak tahu siapa yang bukanya >,< #huh, nggak kasihan banget sama aku!#

Jadi,  nggak ada pilihan lain. Aku terpaksa ambil angpao yang warna pink. Pas dibuka, isinya Cuma 10rb! :’(
Nenek Gadis yang kasihan ngasih aku uang 20rb. Yey! Lumayan, uang THR ku jadi 30rb ^o^

Jumat, 18 Mei 2012

why we are going out to a low value? (Kenapa Pacaran Membuat Nilai Kita Rendah?)

Siapa Orang Paling Misterius : Farras Salsabiila 0 Kripik dan Sambal
Kamu (mungkin) sering bertanya-tanya "kenapa pacaran membuat nilai rendah?" saya akan bahas pertanyaan itu disini. 

Kamu pernah pacaran? kebanyakan menjawab sudah. Ketika pacaran, yang ada di otak kamu hanya dia dia dan dia. Hampir tidak pernah memikirkan yang lain.

Rasanya, kalau tidak ketemu dia, dunia ini seperti kiamat. Tapi, jika tidak pacaran, mungkin kamu ataupun saya akan bosan. Dan pada akhirnya, kita akan memilih membaca buku saja. Saat itu, yang kita fikirkan hanya membaca buku. Membaca buku dan tidak lebih.

Dari sini, kita sudah bisa lihat kalau pacaran itu menghambat imajinasi. Ya, karena kita hanya memikirkan dia dia dan dia.

Apa manfaat pacaran? tidak ada. Tapi, jika kamu hanya suka dengan seseorang, tidak masalah. Itu (mungkin) akan membuat nilaimu bagus. Ingat ya! hanya suka dan tidak lebih.

Daripada pacaran, lebih baik kamu menulis atau belajar. Saya harap tidak ada di antara kita yang hobi pacaran. Tapi, saya tidak melarang kamu untuk suka dengan seseorang.


 You (may) have often wondered "why courtship makes a low value?" I will discuss that question here.


You're never going out? most of the answers already. When courting, that is in your brain he's just him and her. Almost never think of others.


It was, if not met him, the world is like doomsday. But, if you are not going out, maybe you or I would get bored. And finally, we will choose to read a book. At that time, which we just read the book Think. Read the book and nothing more.


From here, we can see if it inhibits courtship imagination. Yes, because we only think about her and she him.


What are the benefits of dating? no. But, if you just like a person, not a problem. That (probably) will make good your grades. Remember ya! only love and nothing more.


Instead of going out, you better write or study. I hope none of us who like dating. But, I do not forbid you to love someone.


 

Rabu, 02 Mei 2012

My house is being repaired

Siapa Orang Paling Misterius : Farras Salsabiila 0 Kripik dan Sambal
Mom take shelter in this house since he was in college. As for me, had been born in this house shelter. Already you can imagine yourself how old this house. Age of the house is about thirty years. And since occupied, the house is completely renovated yet.
So, in 2012 this house was very fragile and have a lot of wall and floor cracks. Seeing the condition of this house, mom's brother very concerned and told mom to renovate the house. Initially, mom did not agree due to cost. The cost to repair this house about 70 million.
But, brother mom says "do not worry about the cost. I will bear all costs "indeed, beginning to renovate the house, mom's brother gave the money for ten million. Then, the money was gone and her mom just sent money amounting to two million. Two million is just to buy a few bricks, gravel, and ceramics.
Until finally, mom's brother did not send money. Mom to be confusion. With increase of only 3 million a month mom could not afford the renovations.
New problems arise again. Grandfather said so angry "Yaniv is not capable to improve the house! See what has happened!" Essentially, every day mom and grandfather fought for the issue home.
Does not end there. Now, mom to vent his anger at me. I was suffering too. And the biggest problem for me, this house is not feasible because the roof is dismantled all occupied and the back holes. And, if you can feel the pain living in this house?
Hence the value of my exams so low. I'm really confused and suffering

Sabtu, 21 April 2012

junior high school test announcement

Siapa Orang Paling Misterius : Farras Salsabiila 0 Kripik dan Sambal

I do not have long to open this blog because I created a new blog. But, my new blog was quiet so I turn to this old blog. When I opened this blog, I was so surprised by the comments of so many. His comments are very nice. I decided to switch to this blog.
In this article, I want to tell you about my experience this afternoon. Do you know what happened this afternoon? Of course not, hehe. This afternoon was the announcement of the first high school tests.
As experienced by every person in the world when the announcement of the test, I was so worried. Afraid that does not pass the test. If I did not pass the test, my family and I would be embarrassed at all-out mad.
But, I was relieved when a friend of mine told me that I passed the test. I felt relieved. But, I still want to see the announcement directly that I know how much I get.
I was so upset when I see the value. It passed but not necessarily satisfy value. My math scores 70! What value is it? During my practice of mathematics in the classroom, I always get a value of 100. The lowest 85. And even then only twice.
My father and my mother scolded me. In fact, I passed the test. Not just my mom and dad are angry, my friends and my teachers as quasi hear my math scores.
I'm sorry. Before the test, I did not learn because I feel smarter already. And the result .... Not satisfactory! I was very embarrassed. And I promised myself not to feel smart again. Hopefully, this experience into a bad experience last in my life.
Hopefully my story is useful to you.

 

Farras Salsabiila Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review