Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 September 2014

Pengalaman Menulis

Siapa Orang Paling Misterius : Farras Salsabiila 0 Kripik dan Sambal


Aku sudah menulis cerita sejak TK atau lebih tepatnya saat aku mulai bisa nulis huruf. Cerita yang aku tulis saat itu hanya cerita pendek atau mungkin sangat sangat pendek, tapi kalau dilihat dari umur aku cerita itu sudah cukup panjang. Kebanyakan aku nulis cerita hanya sehalaman buku kecil.

Waktu udah kelas 1 SD, aku mulai bikin cerpen yang cukup panjang. Tapi, aku nggak pernah nunjukin ke orang-orang karena waktu itu aku pikir ‘buat apa juga ditunjukkin sama orang lain?’

Rupanya, mama aku ada baca beberapa cerpen aku. Mama aku bilang kalau aku lebih banyak buat cerita sedih daripada cerita bahagia. Banyak tema-temanya yang menyangkut mimpi aku pas kecil. Ah, sayang banget cerpen-cerpen yang aku buat waktu itu sudah hilang semua. Kalau masih ada, aku pasti ketawa-ketiwi ngebacanya xD

Cita-cita aku waktu kecil (atau bisa saja sampai sekarang :P) itu arkeologi, ilmuwan, artis, dan dokter. Nggak pernah keluar dari keempat hal itu. Aku pengen jadi arkeologi karena biasa... anak kecil kan suka berpetualang, hehe. Kalau ilmuwan karena sejak kecil aku suka sama sains dan matematika. Artis karena aku suka tampil dan diperhatiin orang banyak.

Waktu kecil, aku suka banget nyanyi. Bahkan, nggak malu kalau nyanyi didepan umum. Tapi, sejak kelas 2 SMP atau lebih tepatnya sejak aku sadar kalau suara aku benar-benar jelek dan nggak cocok banget jadi penyanyi, aku nggak pede lagi. Anehnya, kalau disuruh orang nyanyi aku mau-mau aja LoL

Dokter karena dulu mama aku sering sakit-sakitan. Jadi, aku selalu pengen nyembuhin mama. Aku juga sering kasihan sama orang-orang nggak mampu yang punya penyakit parah. Aku sering nanya kepada Tuhan “kenapa malah orang-orang nggak mampu yang dikasih penyakit parah kayak gitu?”

Balik lagi ke topik awal. Waktu kelas 2 SD, cerita yang aku bikin tambah panjang dan teman-teman aku pada kepo mau baca. Jadi, aku tunjukkin aja. Aku nggak nyangka kalau mereka bakal suka dan muji cerita buatan aku. Waaah ^_^

Nah, awal aku bikin novel itu waktu kelas 3 SD. Sejak kelas inilah kakek aku ngasih mesin tik nya ke aku. Waktu itu tahun 2008, mesin tik belum jadul-jadul amat. Kakek aku adalah wartawan jadi beliau punya mesin tik sendiri. Aku senang nulis cerita di mesin tik tapi malesnya, kalau salah ketik susah dihapus. Jadi, aku sering ngulang-ngulang bikin cerita disana >_<

Novel yang pertama aku tulis itu aku lupa apa judulnya. Pokoknya, ceritanya itu berhubungan dengan fantasy gitulah. Nggg... kalau nggak salah sih, ceritanya itu begini:

Ada seorang gadis yang suka berbuat jahat dan iri dengan orang lain, termasuk pada sahabat dan keluarganya. Sampai akhirnya, dia dikutuk jadi badannya berubah warna hijau padahal hijau itu warna yang paling dia benci!! untungnya, ada dua orang sahabatnya yang sayang sama dia dan pengen ngebantuin dia. Tante dari gadis yang dikutuk tadi tahu cara menghilangkan kutukannya, tapi rupanya caranya itu susah banget. Harus ngapain gitu (aku lupa._.). Tapi, akhirnya, sahabatnya itu berhasil menyelesaikan ‘misi’ itu. Sayangnya nggak bereaksi karena masalah ada pada diri gadis yang dikutuk itu. Gadis itu harus mengubah sikapnya.

Apa pendapat kalian tentang ringkasan cerita diatas? absurd? nggak nyambung? gue banget =,=

Terus ada lagi aku bikin novel tentang gadis yang namanya Flo. Dia kelas 4 SD (sama kayak kelas aku waktu nulis novel ini). Pokoknya, dia gadis yang baik tapi sayangnya ibu Flo ini sering sakit. Ya ampun, mainstream banget alur cerita ini -____-

Terus, ada juga beberapa novel yang aku bikin tapi nggak jadi. Rasanya, susah ya buat konsisten nulis satu cerita.

Novel yang pertama kali aku kirim ke penerbit aku tulis saat kelas 5 SD. Aku masih ingat judulnya: The Magic Pencil. Ceritanya masih absurd, menurutku. Itu jumlahnya 50 halaman hvs A4 spasi 1 dan times new roman 12. Wah, lumayan panjang. Aku nggak nyangka juga bisa nulis sebanyak itu. Kalau nggak salah, aku nulisnya sekitar 1 atau 2 bulan. Naskahnya ditolak oleh beberapa penerbit. Bukan ditolak sama satu penerbit aja (malangnya).

Selanjutnya, aku buat beberapa cerpen dan aku kumpulkan jadi kumcer (kumpulan cerpen) saat masih kelas 5 SD juga. Tapi, kumcer aku juga ditolak oleh beberapa penerbit. Huaaa... kasihan banget sih. Padahal, teman-teman aku bilang kalau cerita aku bagus. Tapi, mungkin memang bukan takdir.

Dikelas 6 SD, aku buat banyak novel tapi pada setengah2 semua. Nggak ada yang jadi. Maklum, waktu itu lagi sibuk jadi nggak konsentrasi kalau buat novel. Dan waktu kelas 6 ini juga, aku sering ikut lomba menulis. Aku banyak cari informasi di internet dan dari teman dunia maya. Kira-kira ada 20 atau bisa aja lebih dikit dan kurang dikit. Ngirimnya dari email dan untung aja waktu itu udah punya dan ngerti gunain email, hehe.

Aku nggak pernah ngasih tahu mama aku kalau aku ikut lomba nulis. Tapi, kan ada tuh lomba menulis yang diadain PCPK dan ternyata aku dapat juara 2. Whatever, yang penting aku dapat 10 besar dan cerpen aku berhak untuk diterbitin. Woah... senang banget. Waktu aku kasih tahu ke mama, mama kaget.

“memangnya, kamu kapan ikut lomba nulis?” yups, ini karena aku nggak pernah ngasih tahu mama kalau aku ikut lomba nulis. Tapi, mama aku tetap senang juga.

Setelah naskah novel ditolak belasan atau mungkin udah 20an kali dan kalah lomba 20 kali, akhirnya bisa juga cerpen aku diterbitin ^_^

Selanjutnya, aku ikut lomba nulis cerpen lagi dan ternyata nggak menang. Tapi, rupanya cerpen aku itu memang nggak menang tapi berhak buat diterbitin. Wah, seneng. Udah dua kali. Walaupun nggak menang, yang penting ada hasil.

Waktu aku masih kelas 6 SD juga, naskah novel aku diterima untuk pertama kalinya. Sekarang udah terbit. Kerja keras terbayar juga.

Kalau dibilang aku nggak pernah down, nggak juga sih. Aku pernah menggerutu beberapa kali waktu naskah aku ditolak. Apalagi, waktu pertama-tama ditolak. Tapi, akhirnya aku kebiasaan ditolak jadi kalau naskah aku ditolak lagi sekarang, hal itu udah biasa banget.

Walaupun buku aku udah 2 (yang satu lagi masih coming soon~) yang terbit, tapi waktu aku ngirim masih aja terkadang tetap ditolak. Maklum, aku masih pemula dalam menulis jadi pasti masih ada naskah aku yang belum layak diterbitin.

Yang buat aku tetap menulis sampai sekarang adalah karena aku suka menulis. Aku nulis bukan karena aku ingin terkenal, punya banyak buku ataupun untuk dipuji. Tapi, karena selain suka menulis, menulis membuat aku senang dan serasa benar-benar hidup. HOHO.

Bagi kalian yang naskahnya masih ditolak, jangan pernah menyerah ya! :)

Jumat, 11 April 2014

Rahasia Sukses Orang Jepang

Siapa Orang Paling Misterius : Farras Salsabiila 0 Kripik dan Sambal
Jepang dikenal sebagai bangsa yang maju meskipun sebenarnya mereka mempunyai kekayaan alam yang jauh lebih sedikit daripada Indonesia. Indonesia mempunyai banyak tenaga kerja, kesempatan kerja, dan kekayaan alam yang tidak sedikit. Mungkin, artikel yang saya ambil dari buku yang dikarang Bunda Lucy ini dapat membantu kita sebagai Warga Negara Indonesia.


1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).

Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama.

Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.


2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran.

Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya.

Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas.

Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.


3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan.

Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, mungkin kita sedikit heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30.

Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.


4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.

Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.


5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.
Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics.

Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu.

Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk.

Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.


6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi.

Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah.

Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita.

Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo, ternyata Jepang tidak habis.

Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen).

Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era berikutnya.
Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya.

Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).


7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau Anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran.
Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA.

Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb).

Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.


8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.

Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok.

Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, namun 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”.

Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.


9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Bahkan seorang anak TK sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya.

Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua.

Biasanya mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang nantinya akan mereka kembalikan di bulan berikutnya.


10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari Anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang.

Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya.

Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
 
 
Semoga artikel diatas dapat membantu. Jika ingin share, take with full credit:
Bunda Lucy

Senin, 13 Januari 2014

Cara Meraih Mimpi

Siapa Orang Paling Misterius : Farras Salsabiila 0 Kripik dan Sambal



 Semua orang pasti punya mimpi tapi nggak semua orang bisa meraih mimpinya. Meraih mimpi itu sebenarnya gampang. Buktinya, sudah banyak orang didunia ini yang berhasil meraih mimpinya. Caranya:
 
     Tentukan Dulu Apa Mimpi Kamu
Kadang-kadang kamu kepengen banget mimpi kamu tercapai tapi mimpi kamu sendiri BELUM JELAS. Misalnya nih, waktu kamu habis nonton dari bioskop ... kamu merasa kamu pengen jadi pemain film. Waktu kamu ngelihat salah satu teman kamu yang suka desain baju, kamu ikut2an pengen desain baju (baca: jadi desainer). Waktu kamu lihat model dipanggung, kamu pengen jadi model juga. Hal ini bisa dibilang labil dan labil adalah hal wajar bagi anak remaja seumuran aku T_T
Tapi setidaknya kamu sudah memilih apa pekerjaan yang cocok dengan dirimu dari sekarang. Aku pernah baca sebuah buku tentang tujuan hidup dan sebuah kalimat yang paling aku ingat dari buku itu adalah “Pekerjaan kita dimasa depan nanti tergantung dengan hal-hal yang kita kerjakan sekarang” so, kalau kamu sekarang suka nulis yaaa kemungkinan besarnya jadi penulis. Well, intinya adalah mulailah menentukan mimpi kamu dari sekarang agar kamu bisa menyusun strategi meraihnya secara terencana dan matang.

Yakin Bahwa Kamu bisa mewujudkan mimpi kamu
Kamu harus percaya dengan mimpi yang sudah kamu buat sendiri. Kalau kamu sendiri nggak percaya dengan mimpi kamu, bagaimana kamu bisa mewujudkan mimpi kamu itu? Selalu ingat bahwa nggak ada hal yang mustahil didunia ini ^_^

 Susun Strategi
 Nggak hanya perang aja yang butuh strategi, tapi mimpi pun harus punya strategi untuk meraihnya. Jika kamu punya mimpi jadi dokter, mulailah menyusun strategi dari sekarang! Contoh strateginya: kalau kamu mau jadi dokter, kamu harus belajar yang rajin di pelajaran IPA. Kamu juga harus mulai menghilangkan phobia dengan darah atau semacamnya lah (kalau ada). Kamu harus sering2 baca buku tentang kedokteran untuk mempersiapkan diri. Kamu harus menanamkan jiwa sosial dalam diri kamu karena pekerjaan dokter berkaitan erat dengan menolong orang lain. Kamu harus memantapkan keyakinan bahwa kamu benar-benar ingin menjadi dokter dan nggak bakal berpaling dari mimpi itu #eaaaBahasanya-_-
 
Berusaha
Ini adalah puncak dari meraih mimpi. Tanpa usaha, semua yang kamu lakuin dilangkah-langkah sebelumnya bakal nggak berguna. Buat apa punya mimpi, meyakini mimpi kamu dan udah nyusun strategi tapi malah nggak usaha sama sekali? PERCUMA!

Berdo’a
Karena kita ini hanya manusia ciptaan Yang Maha Kuasa dan semua yang kita dapatkan hanyalah dariNya, kita wajib berdo’a denganNya untuk semua hal yang sudah kita putuskan dan kita lakukan. Berdo’a juga sama dengan menyerahkan semuanya kepadaNya. Well, kalau kamu sudah melakukan 5 langkah ini  yakinlah bahwa hal yang paling mustahil menurutmu bisa kamu udah jadi hal yang paling mungkin untuk kamu raih!

Jangan Pantang Menyerah
Bahasa lainnya adalah Never Give Up. Semua orang pasti pernah gagal disaat mereka sedang berusaha meraih mimpi, jadi sewaktu kamu gagal jangan pernah menyerah! Semua orang bakal ngalami ini. Nggak yang muda tapi juga yang tua LOL


Cara-cara diatas sudah terbukti ampuh mengusir nyamuk kok HOHO. Dilarang keras untuk men-COPAS karena aku sudah capek2 nulis nih cara -___-

Sabtu, 11 Januari 2014

Cara Mengetahui Karakter Seseorang Melalui Warna Favorit

Siapa Orang Paling Misterius : Farras Salsabiila 0 Kripik dan Sambal


Ternyata, warna favorit bisa membuat kita mengetahui karakter seseorang. Well, aku sudah tahu mengenai ini sejak SD dulu dari mama aku. Kebetulan, mama aku suka mempelajari karakter seseorang dari hal-hal yang disukai dan bentuk tulisan tangannya. Tapi, maaf aku baru bisa share sekarang karena baru ada niat mau nulisnya sekarang ^o^

Biru muda: aku penyuka biru muda dan menurut aku karakter disini benar-benar sesuai dengan karakter aku; tenang, kadang-kadang tidak peduli dengan orang lain, bisa menyimpan rahasia, suka berimajinasi dan agak susah beradaptasi dengan lingkungan.

Biru tua: keras kepala, suka memaksakan kehendak, suka menyimpan rahasianya sendiri, suka bersikap baik2 saja tapi sebenarnya tidak baik2 saja dan selalu berusaha menjadi yang no.1

Merah muda: aku lumayan suka dengan merah muda; lembut, penyayang, mudah kasihan, kadang-kadang pelit, feminin, suka hal-hal berbau fashion, rapi, tidak suka sesuatu yang jorok dan membenci orang-orang yang tidak mengikuti peraturan.

Merah: pemarah, cenderung tidak bisa mengendalikan emosi, moody, kehendaknya harus dituruti, pekerja keras, tidak terlalu suka merencanakan sesuatu yang masih jauh dan mudah bosan.

Hijau: suka bercanda/humoris, suka menaati peraturan, tidak suka dikekang, selalu berimajinasi tingkat tinggi dan selalu ingin menjaga perasaan orang lain.

Kuning: ceria, ingin membuat orang disekitarnya merasa bahagia, selalu ingin mencoba hal-hal baru, gampang bosan, tidak suka memendam perasaannya, paling sering salting didepan orang yang disuka dan cukup cuek dengan penampilan.

Orange: suka kebebasan, selalu ingin berpetualang, orang yang penasaran terhadap suatu hal, akan selalu berjuang untuk mendapatkan apa yang benar-benar ia inginkan, tidak suka orang yang selalu ingin mengikuti peraturan dan tidak ingin jika pekerjaannya itu-itu terus.

Cokelat: sikap toleransi tinggi, kadang2 lebih mementingkan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri, penyabar dan selalu berusaha menyelesaikan masalahnya dengan jalan yang baik2.

Hitam: tidak suka masalahnya dicampurin orang lain, selalu mencari jati diri, sering bingung dengan tujuan hidupnya, bertanggung jawab, susah akrab dengan seseorang, tingkahnya susah ditebak dan suka gaya baru dalam hidupnya.

Ungu: pencemburu sejati, tidak suka jika pakaian yang dipakainya mirip dengan yang dipakai orang lain, selalu memperhatikan tiap detail penampilan, sering merasa hidupnya tidak bahagia dan mudah jatuh cinta.

Putih: jujur, penyabar, penyayang, sering merasa dirinya tersisihkan, rendah diri, mudah ditipu oleh orang lain dan terlalu naif.

Apakah warna favoritmu sesuai dengan karaktermu? maaf kalau salah, ini hanya pendapat aku saja dan tidak bersumber dari manapun (kecuali mama ^_^). Ada yang benar, tidak benar dan hampir benar tapi... semoga bisa membantu ya! ;)
 

Farras Salsabiila Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review